Beberapa Doa Penuntun Tidur (seri 2)

Ditulis oleh pada 30 Jul 2013 di Adab Islami | 0 komentar

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum Ada Bintang)
Loading...
Beberapa Doa Penuntun Tidur (seri 2)

Pada tulisan sebelumnya telah diketengahkan dua sifat doa sebelum tidur. Pada tulisan kali ini akan disampaikan beberapa doa dan tuntunan sebelum tidur yang merupakan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. semoga bermanaat.

Selain dari dua sifat doa sebelum tidur yang telah disebutkan pada tulisan sebelumnya, ada beberapa tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang biasa beliau kerjakan dan ajarkan kepada para sahabatnya. Berikut ini, kami akan ketengahkan beberapa doa dan tuntunan lain, selain dari dua sifat doa yang telah kami paparkan kepada sidang pembaca yang budiman di atas.

BEBERAPA DOA DAN TUNTUNAN SEBELUM TIDUR

Selain dari dua sifat doa sebelum tidur di atas, ada beberapa tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang biasa beliau kerjakan. Berikut ini, kami akan sebutkan beberapa doa dan tuntunan itu, selain dari dua sifat doa yang telah kami ketengahkan kepada sidang pembaca yang budiman di atas. Diantaranya:

1. Doa pertama

(( الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَكَفَانَا وَآوَانَا، فَكَمْ مِمَّنْ لاَ كَافِيَ لَهُ وَلاَ مُؤْوِيَ ))

Segala puji hanya untuk Allah yang telah memberi makan dan minum kepada kami, memberikan kecukupan bagi kami, dan mengembalikan kami kepada tempat tinggal kami, betapa banyak orang yang tidak ada yang memberikan kecukupan dan tempat tinggal kepadanya“.

Hadis sahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no: 2715. Lihat: Sahih Sunan Abu Dawud, no: 5053, Sahih Sunan at Tirmidzi, no: 3396.

2. Doa kedua

Dalam riwayat al-Bukhari, no: 6320, disebutkan bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga membaca doa berikut. Doa tersebut berbunyi:

(( بِاسْمِكَ رَبِّيْ وَضَعْتُ جَنْبِيْ، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِيْ فَارْحَمْهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ ))

Dengan menyebut namamu ya Rabb-ku aku merebahkan badanku, dan karena-Mu aku mengangkatnya, apabila Engkau menahan jiwaku, maka kasihanilah ia, dan apabila Engkau melepaskannya, maka jagalah ia sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang shalih“.

Diriwayatkan juga oleh Abu Dawud, lihat Shahih Sunan Abu Dawud, no: 5050, dan at-Tirmidzi, lihat Shahih Sunan at-Tirmidzi, no: 3401.

3. Doa ketiga

Dalam riwayat lain dari Abu Dawud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca doa berikut:

(( اللَّهُمَّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ ))

Ya Allah, lindungilah aku dari siksa-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu “.

Hadis sahih. Lihat kitab Sahih Sunan Abu Dawud, no 5045, ash Sahihah, no: 2754, Sahih Sunan at-Tirmidzi, no: 3398, 3399.

4. Membaca ayat kursi

Sebagaimana riwayat dalam hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, no: 2311. Manfaat dari membaca ayat kursi tersebut ialah, senantiasa akan ada dari Allah subhanahu wa ta’ala penjaga yang melindungi kita, dan setan tidak akan bisa mendekat kepada kita hingga pagi hari tiba.

Adapun bacaan ayat kursi, telah tertera dalam al-Quran pada surat al Baqarah, ayat 255. Allah ‘azza wa jalla berfirman:

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي اْلأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلاَ يَئُوْدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar“. (QS. al-Baqarah: 255)

5. Membaca tasbih, takbir, dan tahmid

Tuntunan ini sesuai dengan hadis berikut. Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata kepada Ali dan Fatimah radhiyallahu ‘anhuma:

إِذَا أَخَذْتُمَا مَضَاجِعَكُمَا فَكَبِّرَا اللهَ أَرْبَعًا وَثَلاَثِيْنَ، وَاحْمَدَا ثَلاَثاً وَثَلاَثِيْنَ، وَسَبِّحَا ثَلاَثاً وَثَلاَثِيْنَ

Apabila kalian berdua telah bersiap-siap untuk tidur maka ucapkanlah takbir sebanyak tiga puluh empat kali, ucapkan tahmid sebanyak tiga puluh tiga kali, dan ucapkanlah tasbih sebanyak tiga puluh tiga kali“.

Hadis sahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no: 3113, 5361, 6318. at-Tirmidzi, no: 3408. Lihat Sahih Sunan at-Tirmidzi.

Dalam riwayat lain disebutkan takbir, tahmid, dan tasbih, masing-masing diucapkan sebanyak tiga puluh tiga kali. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا أَوَيْتُمَا إِلَى فِرَاشِكُمَا أَوْ أَخَذْتُمَا مَضَاجِعَكُمَا فَكَبِّرَا ثَلاَثاً وَثَلاَثِيْنَ، وَسَبِّحَا ثَلاَثاً وَثَلاَثِيْنَ، وَاحْمَدَا ثَلاَثاً وَثَلاَثِيْنَ

Apabila kalian berdua mendatangi tempat tidur atau telah bersiap-siap untuk tidur, maka ucapkanlah takbir sebanyak tiga puluh tiga kali, ucapkanlah tasbih sebanyak tiga puluh tiga kali, dan ucapkanlah tahmid sebanyak tiga puluh tiga kali juga“.

Hadis sahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no: 3705 dan 6318.

6. Membaca surat al-Mu’awwidzaat

Surat al mu’awwidzaat adalah surat al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Naas. Ketiga surat tersebut sering dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau hendak tidur. Tuntunan ini pernah dikisahkan oleh Ummul mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ نَفَثَ فِي يَدَيْهِ وَقَرَأَ بِالْمُعَوِّذَاتِ وَمَسَحَ بِهِمَا جَسَدَهُ

Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu apabila hendak pergi tidur beliau meniup pada kedua tangannya dan membaca surat al mu’awwidzaat, lalu mengusapkan keduatangannya di badan.

Hadis sahih. Riwayat al-Bukhari, no: 6319.

Dalam riwayat yang lain Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan:

Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu apabila pergi ke tempat tidurnya setiap malam beliau menyatukan kedua tangannya kemudian meniupnya, beliau membacakan pada keduanya surat al Ikhlash, al Falaq, dan an Naas. Selanjutnya beliau mengusap dengan keduanya apa yang disanggupi dari badannya, ia memulai dari kepala, wajah, dan anggota badan yang berada di depan, beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.

Hadis sahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no: 5017, 5748. Lihat pula Sahih Sunan at-Tirmidzi, no: 3402.

Syaikh Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin al-Badr hafizhahullah berkata: “Maka, sudah sepatutnya bagi seorang muslim untuk senantiasa menjaga bacaan ketiga surat ini setiap malam ketika ia hendak tidur, sesuai dengan sifat yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, agar dengannya ia mendapat penjagaan dari Allah subhanahu wa ta’ala, perhatian, dan kecukupan, dan agar ia dapat tidur dengan begitu pulasnya, dan hanya Allah-lah pemberi taufiq. (Fiqh al-Ad’iyah wa al-Adzkar, jilid 3, hal 55)

Masih ada beberapa adab dan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang biasa beliau lakukan sebagai rutinitas sebelum tidur. Namun tidak mungkin semuanya dapat kami ketengahkan di sini, sebab pembahasan ini akan menjadi semakin panjang lebar dan meluas nantinya. Bagi yang menginginkan tambahan, bisa merujuk ke kitab-kitab hadis, adab, dan doa.

Semoga, yang sedikit ini dapat bermanfaat bagi sidang pembaca, dan dapat kita diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena ajaran sedikit namun sesuai sunnah tentu jauh dan jauh lebih baik dan lebih mulia dari pada ajaran yang banyak namun jauh dari tuntunan sunnah. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala mencurahkan taufiq-Nya dan memudahkan bagi kita untuk menjalankan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang satu ini, serta lebih memudahkan bagi kita untuk mengamalkan sunnah-sunnah beliau yang lain. Dan hanya Allah-lah Maha Pemberi taufiq hamba-hamba-Nya yang beriman.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta keluarga dan para sahabatnya, juga kepada mereka-mereka yang mengikuti beliau dengan baik hingga hari akhir. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *