Masihkah Kita tetap Bersahabat?

Ditulis oleh pada 11 Nov 2013 di Syair Hikmah | 1 komentar

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 pemilih, rata-rata: 3,00 dari 5)
Loading...
Masihkah Kita tetap Bersahabat?

Tidak semua persahabatan di antara manusia berjalan lancar tanpa ada problema. Sebaliknya, satu, dua atau lebih permasalahan akan datang di tengah mereka. Di antara mereka ada yang berguguran dalam menjaga tali persahabatan, namun tak sedikit juga kita dapati orang-orang yang kuat lagi kokoh dalam membinanya. Karena memang manusia itu bermacam-macam; ada yang benar-benar berhati mulia, namun tak sedikit laksana serigala berbulu domba. Semoga Allah melanggengkan dan memberkahi persahabatan kita.

Imam asy-Syafi’i rahimahullah berkata:

إِذَا الْمَرْءُ لاَ يَلْـقَاكَ إِلاَّ تَكَلُّـفاً        فَدَعْهُ وَلاَ تُكْثِرْ عَلَيْهِ التَّأَسُّـفَا

فَفِي النَّاسِ أَبْدَالٌ وَفِي التَّرْكِ رَاحَةٌ وَفِي الْقَلْبِ صَبْرٌ لِلْحَبِيْبِ وَلَوْ جَـفَا

فَمَا كُلُّ مَنْ تَهْوَاهُ يَهْوَاكَ قَلْــبُهُ              وَلاَ كُلُّ مَنْ صَافَيْتَهُ لَكَ قَدْ صَفَا

إِذَا لَمْ يَكُنْ صَفْوُ الْوِدَادِ طَبِيْـعَةٌ         فَلاَ خَيْرَ فِي وُدٍّ يَجِيْءُ تَكَلُّـفَا

وَلاَ خَيْرَ فِي خِلٍّ يَخُـوْنُ خَلِيْـلَهُ             وَيَلْـقَاهُ مِنْ بَعْدِ الْمَوَدَّةِ بِالْجَـفَا

وَيُنْكِرُ عَيْشًا قَدْ تَقَدَّمَ عَـهْــدُهُ              وَيُظْهِرُ سِرًّا كَانَ بِاْلأَمْسِ فِي خَفَا

سَلاَمٌ عَلَى الدُّنْيَا إِذَا لَـمْ يَكُــنْ      صَدِيْقٌ صَدُوْقٌ صَادِقٌ الْوَعْدِ مُنْصِفَا

Bila seorang berteman denganmu di luar batas kewajaran

Maka tinggalkanlah ia, janganlah engkau bersedih karenanya

Toh masih banyak penggantinya, jauh darinya kenyamanan bagi jiwa

Semoga hati selalu sabar tuk sahabat tatkala kasar perlakuan

Tidak setiap jiwa yang kau cinta, kan berbalik cinta hatinya

Dan tidak setiap yang kau perlakukan dengan baik ia akan baik pula

Apabila kesucian cinta bukan bersumber dari kewajaran

Maka tak akan baik rasa cinta yang tumbuh karena berlebihan

Tidak ada kebaikan dalam persahabatan yang mengkhianati sahabatnya

Dia menghadang dengan kekerasan setelah hilangnya rasa cinta

Ia mengingkari nostalgia kehidupan yang telah berlalu masanya

Dan  menampakkan rahasia asli yang tlah tersimpan rapat dahulunya

Maka, (katakanlah) selamat tinggal bagi dunia bila tiada padanya

Sesosok teman sejati yang tepat janji lagi adil keputusannya

 [Rufaqa’ Thariq, Abdul Malik al-Qasim, Dar al-Qasim, hal. 23 & 24]

Satu Komentar

  1. nice:)
    bukan pilih pilih tapi pilah pilah
    sahabat itu makhluk langka yang nyaris punah. Perlu dilindungi 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *