Berikut ini poin-poin penting berkaitan dengan makan sahur dan berbuka ala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga kita diberi taufik dan dimudahkan untuk meneladani makan sahur dan berbuka beliau.
Membidik Surga Di Bulan Puasa
Saudaraku, Malaikat Jibril ‘alaihis salam pernah menegaskan tiga hal. Ketiganya merupakan keburukan, dan malaikat Jibril mendoakan kebinasaan -kecelakaan- kepada ketiganya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengamininya:
Keutamaan Al-Baqiyat Ash-Sholihat
Allah ta’ala berfirman:
الْمَالُ وَالْبَنُوْنَ زِيْنَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلاً
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia. Tetapi al-Baqiyat ash-Shalihat (amalan-amalan yang kekal lagi saleh) adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabb-mu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (QS. al-Kahfi: 46)
Yakin Sudah Berilmu?
Banyak orang yang terlihat berilmu, tapi hakikatnya kita tidak tahu. Banyak orang yang terlihat fasih berbicara agama, tapi kita tidak tahu jati dirinya. Banyak orang yang piawai posting tema agama, tapi kita tidak tahu amalan hatinya. Banyak orang yang pandai berdiskusi masalah agama di dunia maya, tapi kita tidak tahu hakikat ilmu sesungguhnya yang ada padanya. Sebab, hakikat dan pokok ilmu adalah rasa takutnya hati kepada Allah ta’ala.
Yang Miskin Dulu Yang Masuk Surga
Dalam beberapa hadis Nabi shallallahu alaihi wa sallam dijelaskan bahwa orang miskin lebih dahulu masuk surga dari pada orang kaya. Namun, kalau kita amati, ternyata hadis-hadis tersebut terbagi menjadi dua kelompok. Yang pertama menjelaskan bahwa jarak antara orang miskin dan kaya selama 40 tahun. Sedangkan yang kedua menerangkan bahwa jarak antara mereka adalah 500 tahun.
Lima Kisah Sarat Faedah
Di antara cara jitu dalam menuntut ilmu sekaligus trik manjur untuk membunuh rasa jemu adalah dengan membaca kisah nyata atau cerita pada pendahulu. Darinya kita dapat mengambil banyak pelajaran. Kita dapat mencontoh sifat baik yang disampaikan atau menjauhi sifat buruk yang disuguhkan. Oleh karenanya, berikut kami bawakan lima kisah yang semoga berisi sarat faedah. Selamat menyimak.
Di Balik Perselisihan Ulama
Perselisihan merupakan sunnatullah yang terjadi di alam semesta ini. Tidak hanya terjadi di antara dua pemeluk agama, suku atau dua kubu, di tengah keluarga kecil pun perselisihan adalah suatu kewajaran. Bahkan di kalangan para ulama hal itu pun tak bisa dihindarkan. Begitu banyak perselisihan di kalangan mereka, baik berkaitan dengan permasalahan besar maupun kecil. Hanya saja, tidak semua perselisihan yang terjadi di tengah mereka menyebabkan permusuhan. Di antara bukti nyata dari hal ini dapat disimak pada tiga kisah singkat di bawah ini. Semoga bisa menjadi pembelajaran.
Kisah Nyata Orang-Orang Sok Tahu
Ilmu harus ada sebelum berkata dan berbuat. Bila beramal tanpa ilmu dapat membinasakan, maka berfatwa tanpa ilmu dapat menyesatkan. Adapun orang yang tidak berilmu namun menampakkan dirinya seolah-olah berilmu, dia adalah orang sombong yang sok pintar dan sok tahu. Kita berlindung kepada Allah azza wa jalla dari sifat buruk ini.
Di Balik Kelembutan Seorang Ibu
Sungguh istimewa ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita, kaum Adam untuk memilih pasangan hidup yang memiliki sifat penyayang. Seorang ibu yang memiliki sifat penyayang akan mewariskan sifat terpuji tersebut kepada putra-putrinya, dan mereka pun akan mewariskan sifat baik tersebut kepada keturunannya, dst. “Nikahilah wanita yang penyayang lagi subur… “ kata beliau. (HR. Abu Dawud, dll. Hadis sahih)
Belajar dari Pengalaman
Allah subhanahu wa ta’ala telah menjelaskan kepada kita dalam banyak ayat al-Qur`an bagaimana kesudahan suatu kaum yang menyelisihi perintah rasul-Nya, bermaksiat kepadanya dan menentang ajaran dan aturan yang ia bawa.