Berlindung Kepada Allah Dari Umur Terhina

Begitu banyak doa yang berisi kebaikan yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada kita. Di antaranya adalah doa yang berisi permohonan perlindungan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dari lima perkara berikut, yang di antaranya dari umur yang terhina.

Teks Hadis

عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ عَنْ أَبِيْهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا هَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ كَمَا تُعَلَّمُ الْكِتَابَةُ: اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْقَبْرِ

Dari Mush’ab bin Sa’ad bin Abi Waqqash, dari ayahnya radhiyaAllahu anhu ia berkata: “Dahulu Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita beberapa kalimat ini, sebagaimana diajarkannya menulis: “Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut, aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan ke usia yang terhina (kepikunan), dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan siksa kubur.” (HR. al-Bukhari)

Penjelasan Ringkas

Nabi shallallahu alaihi wa sallam membimbing kita untuk memohon perlindungan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dari lima perkara:

Pertama: al-Bukhl yakni kikir alias pelit. Orangnya disebut bakhil. Yakni tidak mau mengeluarkan harta, baik itu zakat yang hukumnya wajib, maupun infak secara umum. Biasanya kata bakhil berkaitan dengan harta. Namun bisa juga maksudnya adalah bakhil dalam beribadah.

Kedua: al-Jubn ialah sifat penakut atau pengecut. Jika bakhil dalam urusan harta, adapun al-jubn berkaitan dengan jiwa, artinya tidak mau atau enggan mengerahkan jiwa di jalan Allah (fi sabilillah), enggan menyampaikan kebenaran dan mengingkari kemungkaran.

Ketiga: Usia yang terhina atau kepikunan. Bila seorang pikun, ia akan:

1). Lemah fisiknya; seperti pada kekuatan badan, pendengaran dan penglihatan.

2). Lemah pikirannya, sehingga tidak memahami apa yang dikerjakan dan diucapkan.

Keempat: Fitnah dunia. Contohnya: berlomba-lomba untuk mendapatkan perhiasan dunia, dan fitnah Dajjal.

Kelima: Azab kubur. Maksudnya, kubur akan menjadi liang neraka bagi seseorang apabila ia tidak bisa menjawab pertanyaan dua malaikat. [Ithaf al-Muslim bi Syarh Hishn al-Muslim, Sa’id bin Ali al-Qahthani, hal. 378-383 ]

Kapan Dibaca?

Pada riwayat al-Bukhari yang lain disebutkan bahwa Sa’ad bin Abi Waqqosh radhiyaAllahu anhu berkata:

إِنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَعَوَّذُ مِنْهُنَّ دُبُرَ الصَّلَاةِ

Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dahulu berlindung (kepada Allah) dari beberapa perkara tersebut di akhir sholat.” (HR. al-Bukhari no 2822)

Dengan dasar riwayat ini kita ketahui bahwa doa tersebut dibaca di dalam shalat, tepatnya setelah tasyahud akhir sebelum salam, sebagaimana hal tersebut disebutkan di kitab Hishnul Muslim karya Dr. Sa’id bin Ali al-Qahthani hafizhahullah.

Doa Lain

Ada juga beberapa hadis yang berisi perlindungan dari umur terhina, di antaranya ialah sebuah hadis berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْـجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَالْهَرَمِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah, malas, penakut, bakhil, kepikunan dan siksa kubur. (HR. Muslim no 2722)

Untuk doa ini boleh dibaca kapan saja, seperti pada waktu-waktu mustajab, atau selainnya. Allahu a’lam. [Untuk doa lainnya, silakan lihat buku doa Hishnul Muslim Bab 27 hadis no 77]

Semoga kita dimudahkan untuk membiasakan doa tersebut dan semoga Allah memperkenankan permohonan baik kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *