Semangat Membara Dalam Mengkhatamkan Al-Qur’an

Di antara hal yang dianjurkan di bulan Ramadan adalah memperbanyak membaca al-Quran. Hal ini merupakan kebiasaan generasi terdahulu. Mereka dahulu bersemangat dalam mengkhatamkan al-Quran hingga beberapa kali di bulan Ramadan.

  • > Di antara mereka ada yang mengkhatamkan al-Quran setiap 10 hari sekali.
  • > Di antara mereka ada yang mengkhatamkannya setiap 7 hari sekali.
  • > Di antara mereka ada yang mengkhatamkannya setiap 3 hari sekali.
  • > Dan disebutkan di dalam Biografi Abu Abdillah Imam Syafii rahimahullahu bahwa beliau di bulan Ramadan mengkhatamkan al-Quran sebanyak 60 kali.

Hal tersebut bagi orang yang kuat imannya dan gemar mendekatkan diri kepada Allah merupakan hal yang masuk akal dan benar-benar dapat digapai. Adapun bagi orang yang lemah imannya dan kurang dalam mendekatkan diri kepada Allah maka akan dianggap sebagai hal yang tidak mungkin dan akan dikira semacam khayalan belaka.

  • > Bahkan ada riwayat shahih dari Utsman bin Affan radhiyallahu anhu bahwa beliau mengkhatamkan al-Quran seluruhnya hanya dalam satu rokaat saja. Beliau dapat melakukan hal itu karena kuatnya jiwa dalam mendekatkan diri kepada Allah ta’ala dan karena biasa menyibukkan diri dengan membaca al-Quranul karim.
  • > Ada riwayat dari beliau radhiyallahu anhu dengan sanad dha’if, bahwa beliau berkata: “Sekiranya hati kita bersih niscaya tidak akan pernah puas dengan firman Allah.”

Oleh karenanya, sekiranya hati seorang hamba itu bersih niscaya ia akan terbiasa dengannya dan akan merasakan kelezatan dengan firman Allah subhanallahu wa ta’ala jauh melebihi kelezatan yang lainnya. Sehingga hal tersebut dapat membawanya untuk memperbanyak mengkhatamkan al-Quran.

Bila beberapa kisah di atas telah terjadi di masa lalu, maka ada juga beberapa kisah semisalnya yang belum lama terjadi.

Syaikh Abdul Aziz al-Ahmad al-Qadhiriy (wafat diumur 108 tahun) telah menceritakan kepadaku bahwa :

  • > Syaikh beliau, yaitu Syaikh Hamad ibn Faris rahimahullahu mengkhatamkan al-Quran pada bulan Ramadan sebanyak 30 kali.
  • > Sebagaimana Syaikh beliau, yaitu Syaikh Umar ibn Salim rahimahullahu mengkhatamkan al-Quranul Karim di bulan Ramadan sebanyak 60 kali.

Demikianlah keadaan suatu kaum dimana masa mereka tidak terlalu jauh zaman kita, hanya beberapa puluh tahun yang lalu, tidak lebih dari 60 atau 70 tahun. Mereka berhasil sampai pada tingkatan tersebut, oleh sebab perhatian mereka untuk memperbanyak membaca al-Quran, yang merupakan kesibukan mereka paling besar dari hal selainnya. Sehingga mereka dapat mengkhatamkan al-Quran hingga mencapai bilangan yang telah disebutkan di atas.

Adapun riwayat yang berisi larangan mengkhatamkan al-Quran kurang dari tiga hari, maka situasinya adalah selain pada waktu-waktu atau tempat-tempat utama. Ini merupakan pendapat Imam Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rohawaih dan pendapat yang dipilih Ibnu Rojab rahimahumullahu. Sehingga tidak dihukumi makruh hal tersebut ketika dilakukan di bulan Ramadan ataupun dilakukan di kota Mekkah, sebagaimana hal ini merupakan kebiasaan para Salafush-Sholeh.

Hal tersebut tidak bertentangan dengan riwayat hadis larangan. Sebab yang dilarang adalah ketika seorang membiasakan mengkhatamkan al-Quran kurang dari tiga hari jika dikerjakan seumur hidupnya. Adapun melakukannya di waktu atau tempat utama maka ini sudah menjadi kebiasaan generasi pendahulu, menjadi warisan dari generasi ke generasi.

(Cuplikan kajian Syaikh Sholeh al-‘Ushoimi hafizhahullahu)

Link video: http://bit.ly/2YjzHaA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *