Saudaraku, berpuasalah di dunia! berpuasa dari mengerjakan perbuatan yang diharamkan. Berpuasalah di dunia! berpuasa dari menuruti ajakan semu, rayuan palsu dan bisikan setan. Sambutlah seruan Allah, mendekatlah kepada-Nya dengan takwa. Semoga di akhirat kelak, dirimu diizinkan berbuka dengan berbagai kenikmatan di surga.
Seorang penyair, Muhammad ar-Ruasi bertutur seraya mengajak jiwanya untuk meninggalkan iming-iming dusta dunia:
أَلاَ يَـا نَفْسُ هَـلْ لَـكِ فِي صِـيَامٍ عَـنِ الـدُّنْيَا لَـعَلَّكِ تَهْـتَدِيْنَـا
يَـكُوْنُ الفِطْرُ وَقْـتَ المَـوْتِ مِنْهَـا لَـعَلَّـكِ عِـنْـدَهُ تَسْتَبْشِرِيْنَـا
أَجِـيْبِيْنِـيْ هُـدِيْـتِ وَأَسْـعِفِيْنِـيْ لَـعَلَّكِ فِي الجِنَانِ تُـخَلَّـدِيْنَـا
Wahai jiwa, masih kuatkah dirimu tuk berpuasa
dari dunia, semoga di atas petunjuk-Nya kau berada
Namun, waktu berbuka adalah ketika wafat esoknya
Semoga saja dirimu kelak kan bahagia di sisi-Nya
Jawablah aku, agar hidayah menyambutmu semoga
Mendekatlah, semoga kekal abadi kau di surga-Nya

“Dunia itu penjara bagi orang mukmin dan Surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim no. 5256)
Benar sekali. Baarokallahu fiik…