Rupa Warna Sebab Hidayah Menyapa

Hampir setiap pekan ada saja non muslim memeluk Islam di bawah bimbingan Para Dai maktab ICC DAMMAM KSA. Paling banyak dari mereka yang masuk Islam berasal dari Filipina. Kemudian disusul oleh Srilanka, India, Nepal, Etiopia dan beberapa negara lainnya. Bagaimana dengan Indonesia? Apakah ada? Bisa dikatakan, hampir 99% TKI yang bekerja di sini beragama Islam. Sebagian kecil saja yang non muslim. Hal ini berbeda dengan beberapa negara lain yang mengirimkan banyak tenaga kerja non muslim. Tapi, pernah waktu itu ada seorang wanita keturunan Cina kelahiran Indonesia yang berikrar syahadat di maktab ini.

Sebagian dari mereka bersyahadat di kantor ICC DAMMAM langsung. Ada juga yang berikrar syahadat di perusahan, rumah sakit, pertokoan, kantor tempat mereka bekerja atau lokasi lainnya.

Sebab mereka masuk Islam beragam. Sebagian cerita mereka panjang lebar. Tapi ada juga yang pendek. Ada yang butuh waktu lama untuk masuk Islam ada juga yang baru tiba di salah satu Bandara Arab Saudi langsung takjub dan masuk Islam. Gak pake lama, walhamdulillah. Ada juga yang sampai khatam membaca terjemah al-Quran, setelah itu baru mantap bersyahadat.

Berikut ini di antara sebab singkat mereka masuk Islam yang tercatat di maktab kami, ICC DAMMAM KSA. Nama-nama yang tertera merupakan nama hijrah mereka. Sebagiannya dipilih oleh majikan atau kafil. Sebagian yang lain pilihan mereka sendiri.

Sebab Aku Masuk Islam

(Sumayah): Aku kagum dengan ibadah sholat kaum muslimin. Setiap kali melihat mereka sholat, aku merasakan kenyamanan dan ketenangan.

(Rosyid): Keluarga tempat aku berkerja memperlakukanku dengan baik. Aku dapati mereka antusias menyuruh anak-anak untuk mengerjakan sholat.

(Farhan): Aku mendapati kaum muslimin –di Saudi- benar-benar menerapkan nilai-nilai akhlak terpuji.

(Muhammad): Ketika tiba di Arab Saudi, aku kagum dengan pemandangan kaum muslimin saat berjalan bersama-sama menuju masjid.

(Fatimah 1): Aku mendapati Islam menyuruh berbuat baik dan mengajak kepada kebaikan dan melarang perbuatan mungkar.

(Fatimah 2): Suasana penuh iman di rumah tempat aku bekerja membuatku tertarik untuk membaca tentang Islam.

(Alpeni): Aku terus mencari kebenaran dan kebahagiaan. Aakhirnya aku berhasil mendapatkannya di dalam agama Islam.

(Faisal): Aku mendapati Isa alaihissalam di dalam Islam adalah seorang Nabi, sebagaimana Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, bukan Tuhan. Akhirnya aku beriman.

(Daud): Sebabnya adalah akidah tauhid di dalam Islam begitu jelas dan terang. Tidak ada padanya keraguan. Inilah yang membuatku kagum.

(Reema): Waktu itu aku jatuh sakit. Teman-temanku dari agama sebelumnya menjauhiku. Namun ternyata ada seorang wanita muslimah rela tetap berada di sampingku. Inilah yang membuatku tertarik memeluk Islam.

(Rosyid): Aku mendapati rekan-rekan dan atasanku di tempat kerja menerapkan akhlak mulia. Ketika mencari tahu, aku mendapatkan jawabannya bahwa Islam-lah sebab baiknya akhlak mereka.

(Abdullah): Sebelumnya aku beragama hindu. Pada suatu hari aku pergi bersama teman-temanku. Saat tiba waktu sholat, mereka masuk masjid sedangkan aku menunggu di mobil sendirian. Momen itu menarik bagiku. Di kemudian hari, aku sangat ingin ikut masuk masjid. Akhirnya aku memeluk Islam.

(Fulanah): Aku kagum dengan penerapan Islam saat melihatnya secara langsung di tengah kaum muslimin. Khususnya di awal pengalaman kerjaku di rumah sakit. Aku juga kagum dengan sifat kasih sayang mereka. Ketika Islam masuk ke dalam hatiku, awalnya aku tidak mau berhijab. Tapi ada seorang Dai menasihatiku: “(Dengan itu) engkau terus bermaksiat, meskipun tidak sampai derajat syirik.” Akhirnya aku menerima nasihatnya. Sekitar tiga bulan kemudian aku berhijab karena dorongan imanku.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *