Memulihkan Hati Yang Luka


Ada banyak sebab yang dapat menjadikan hati seorang hamba terluka (baca: keras), yang hingga akhirnya dapat menjerumuskan pemiliknya ke dalam kubangan neraka. Wal’iyaadzu billah. Lalu, kira-kira apa saja faktor yang dapat menjadikan hati terluka? Berikut ini di antara sebabnya:

Beberapa Sebab Hati Terluka

  1. Berpaling dari berzikir (mengingat) Allah subhanahu wa ta’ala.
  2. Tidak perhatian terhadap kewajiban-kewajiban Syariat.
  3. Mengonsumsi makanan dan minuman yang haram atau dari hasil usaha yang haram.
  4. Bermaksiat kepada Allah ta’ala.
  5. Melakukan kemaksiatan dengan terang-terangan.
  6. Ridha dengan kebodohan dan tidak mau mendalami Syariat Islam.
  7. Mengikuti hawa nafsu dan tidak mau menerima kebenaran (yang bersumber dari al-Qur’an dan as-Sunnah) serta tidak mau mengamalkan keduanya.
  8. Banyak membaca buku-buku yang penuh dengan syubhat dan kerancuan.
  9. Sifat sombong dan akhlak tercela.
  10. Menghabiskan waktu dengan bergaul dan berbicara dalam hal yang tidak ada faedahnya.
  11. Melihat dan mendengarkan apa-apa yang diharamkan.
  12. Makan belebihan, dll.

Penawar Hati Yang Luka

Adapun solusi yang ditawarkan oleh para ulama untuk membenahi dan mengobati hati yang luka adalah dengan melakukan beberapa hal berikut ini:

  1. Senantiasa berzikir kepada Allah ta’ala.
  2. Memohon dan berdoa kepada Allah agar diberikan hidayah taufik dan dibimbing langkahnya di atas jalan yang lurus.
  3. Senantiasa menjaga kewajiban-kewajiban Syariat.
  4. Memperbanyak ibadah-ibadah sunnah dan amal ketaatan.
  5. Berusaha mencari rezeki dengan cara yang halal.
  6. Sikap dermawan dan berbuat baik kepada orang lain.
  7. Mengingat kematian dan melakukan ziarah kubur sesuai tuntunan Syariat.
  8. Antusias dalam menuntut ilmu agama dan menghadiri majelis ilmu.
  9. Memperbanyak istighfar dan taubat kepada Allah.
  10. Mempelajari sejarah mulia Nabi shallallahu alaihi wa sallam, para sahabat dan para ulama yang setia mengikuti jejak beliau, dan mengambil pelajaran dari kisah indah mereka tersebut.
  11. Zuhud terhadap dunia dan lebih mengutamakan akhirat dari pada dunia, serta mengharapkan pahala di sisi-Nya.
  12. Mengunjungi orang sakit dan orang-orang yang terkena musibah, dan mengambil pelajaran dari cobaan yang menimpa mereka, dll.

Mari kita berusaha menjauhi dua belas poin pertama dan mengamalkan dua belas poin kedua. Hendaknya kita terus dan terus berusaha semaksimal mungkin untuk menggapai hati yang sehat, tenang, tentram dan penuh keimanan dan ketakwaan kepada Allah ta’ala.

Terakhir, semoga Allah azza wa jalla melembutkan hati kita dan menyuburkannya di atas iman dan takwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *